Showing posts with label Wanita dan Keistimewaan. Show all posts
Showing posts with label Wanita dan Keistimewaan. Show all posts

Tuesday, May 26, 2009

Wanita dan kerjaya

Penglibatan dan peranan wanita dalam membangunkan masyarakat dan negara adalah penting berasaskan kepada tugas dan tanggungjawab malah merupakan satu usaha positif untuk mencapai tahap lebih tinggi berdasarkan kepada konsep pembangunan bersepadu iaitu dari aspek fizikal dan mental setanding dengan kaum lelaki.

Islam tidak menghalang wanita untuk melakukan pekerjaan di luar rumah sekiranya ia merupakan keperluan diri, keluarga, masyarakat dan negara.

Malahan Islam menganggap pekerjaan yang dilakukan oleh wanita atau lelaki merupakan suatu ibadah selagi dilakukan dengan niat yang ikhlas dan tidak terkeluar dari landasan dan peraturan Islam.

Sebagai contoh, wanita-wanita pada zaman Nabi Muhammad s.a.w. turut sama membantu keluarga mereka seperti menggembala, bertani, berniaga dan sebagainya. Contohnya Asma´ binti Abu Bakar yang bekerja sebagai petani dan membantu suaminya mengangkut hasil buah tamar dari ladang ke pasar yang jauhnya kira-kira 1.4 km.

Adalah menjadi kebiasaan bagi wanita bekerja membantu keluarga dan penglibatan mereka tidak menimbulkan masalah kerana dalam budaya masyarakat Malaysia tugas-tugas di luar rumah sudah menjadi perkara biasa dan sangat diharapkan bagi membantu menambahkan pendapatan keluarga yang nyata memerlukan sumber kewangan lebih.

Secara lazimnya, seseorang wanita yang telah berumah tangga akan bertanggungjawab untuk mengurus dan mentadbir keluarga serta melaksanakan tugas sebagai seorang isteri atau ibu. Maka perbelanjaan rumah yang diberikan mesti digunakan sebaik mungkin dan pelajaran anak-anak juga merupakan keutamaan bagi seorang wanita.

Bagi wanita yang berkerjaya, tanggungjawab mereka juga semakin bertambah kerana wanita yang berkerjaya perlu melaksanakan tanggunjawab sebagai pekerja dan memastikan segala tugasan dilakukan dengan sempurna maka secara tidak langsung wanita bukan sahaja memikul tanggungjawab sebagai isteri, ibu, malahan sebagai pekerja.

Faktor pertama yang menyebabkan wanita bekerja ialah pendidikan yang mereka miliki dan keiinginan untuk mahu menggunakan pengetahuan dan kemahiran yang ada secara total.

Tidak dapat disangkal lagi wanita yang bekerja dapat mengimplementasikan pengetahuan dan kemahiran yang ada pada mereka dan dalam masa yang sama mereka mampu memperoleh pendapatan sendiri sekali gus membantu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Perubahan sosial dan keperluan ekonomi yang tinggi juga merupakan antara faktor wanita keluar bekerja kerana tuntutan ini memerlukan mereka membantu suami untuk membentuk keluarga yang bahagia dan selesa serta meringankan beban suami.

Walau apa sekalipun faktor yang menjuruskan wanita, isteri dan ibu keluar bekerja, tanggungjawab dan pembahagian masa antara keluarga dan kerjaya perlulah seiringan agar tidak mengabaikan mana-mana pihak.


Wanita yang bekerja perlu memastikan keperluan rumahtangga dan tanggungjawab sebagai isteri dan ibu perlu dilaksanakan sebaik mungkin walaupun mereka terpaksa bekerja pada siang harinya dan ketika di pejabat mereka juga perlu memberikan komitmen yang penuh untuk melunaskan tugas yang diberikan kepada mereka.

Wanita perlu menghargai kepercayaan yang diberikan oleh suami kepada mereka dan perlu menjaga nama baik suami dan keluarga ketika berada diluar dan pihak suami sewajarnya memberi perhatian dan panduan serta bimbingan sekiranya isteri mereka memerlukan pendapat dan tempat untuk meluahkan masalah kerana sifat tolak ansur dan tolong-menolong ini mampu melahirkan keluarga yang aman bahagia.
Klik 'Like' untuk sebarkan...
MOHON SEBARKAN~ TERIMA KASIH~

Thursday, April 16, 2009

Ciri-ciri wanita syurga

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)

Wallahu A’lam Bis Shawab.


Klik 'Like' untuk sebarkan...
MOHON SEBARKAN~ TERIMA KASIH~